Turba PCNU Kotawaringin Timur di Teluk Sampit, Dorong Restrukturisasi Organisasi hingga Pembentukan Ranting NU Desa
Turba PCNU Kotawaringin Timur di Teluk Sampit, Dorong Restrukturisasi Organisasi hingga Pembentukan Ranting NU Desa
NUONLINE.SAMPIT - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kembali melaksanakan program Turba (Turun ke Bawah) sebagai bagian dari penguatan organisasi hingga tingkat akar rumput. Kali ini, kegiatan berlangsung di Masjid Baitul Mukmin YPP Libasuttaqwa Al-Qodiri, Kecamatan Teluk Sampit, pada Jumat (17/7/2026) malam, pukul 20.00–22.00 WIB.
Kegiatan yang dihadiri jajaran Pengurus MWCNU Teluk Sampit, badan otonom (Banom) NU di Kecamatan Teluk Sampit, serta kader Ansor dan Banser.
baca juga ... Permudah Informasi Lakpesdam PCNU Kotim Luncurkan NU Online Kotim
Acara diawali dengan pembacaan shalawat sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi keagamaan Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, sebelum dilanjutkan dengan penyampaian materi dan konsolidasi organisasi oleh jajaran PCNU Kotawaringin Timur.
Dalam arahannya, Ketua PCNU Kotawaringin Timur menegaskan pentingnya melakukan restrukturisasi warga Nahdlatul Ulama agar organisasi semakin tertata, memiliki basis data yang baik, serta mampu memperkuat pelayanan kepada warga Nahdliyyin di seluruh wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur.
Selain itu, Ustadz Achmad Robita selaku Ketua PCNU KOTIM juga mengingatkan bahwa seluruh aktivitas organisasi harus senantiasa berlandaskan pada tiga pilar utama dalam ber-NU, yakni amaliah, fikrah, dan harakah. Ketiga prinsip tersebut dinilai menjadi fondasi dalam menjaga tradisi keagamaan, memperkuat cara berpikir yang moderat, serta menggerakkan organisasi secara terarah demi kemaslahatan umat.
Pada kesempatan yang sama, Ketua LAZISNU Kotawaringin Timur menyampaikan konsolidasi mengenai program KOTIM NU (Kotak Infaq Maslahat NU). Program tersebut diharapkan dapat menjadi gerakan bersama untuk memperkuat kemandirian ekonomi organisasi melalui penghimpunan infak masyarakat yang dikelola secara amanah dan profesional guna mendukung berbagai program sosial, pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan umat.
Menutup kegiatan, Ketua PCNU Kotawaringin Timur menitipkan pesan khusus kepada Ketua MWCNU Teluk Sampit agar segera melakukan konsolidasi bersama seluruh jajaran pengurus MWCNU, badan otonom, serta warga Nahdliyyin di wilayahnya.
Ia mendorong percepatan pembentukan Ranting NU di setiap desa sebagai ujung tombak pelayanan organisasi kepada masyarakat. Di samping itu, pembentukan kepengurusan Muslimat NU dan Fatayat NU di tingkat desa juga menjadi perhatian agar peran perempuan Nahdlatul Ulama semakin optimal dalam bidang pendidikan, dakwah, sosial, dan pemberdayaan masyarakat.
Melalui kegiatan Turba ini, PCNU Kotawaringin Timur berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara pengurus cabang, MWCNU, badan otonom, dan seluruh warga Nahdliyyin sehingga penguatan organisasi dapat berjalan secara berkelanjutan hingga ke tingkat desa. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen PCNU Kotawaringin Timur untuk memastikan roda organisasi bergerak aktif, solid, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat sesuai nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah. (TIMRED)
Infografik
Berita Lainnya