JATMAN Kotawaringin Timur Bentuk Panitia Pelantikan Idaroh Syu'biyah, Perkuat Syiar Tarekat Bersanad
JATMAN Kotawaringin Timur Bentuk Panitia Pelantikan Idaroh Syu'biyah, Perkuat Syiar Tarekat Bersanad
NUONLINE.SAMPIT - Badan Otonom Jam'iyyah Ahlith Thoriqoh Al-Mu'tabaroh An-Nahdliyah (JATMAN) Kabupaten Kotawaringin Timur menggelar rapat pembentukan kepanitiaan pelantikan Idaroh Syu'biyah JATMAN Kabupaten Kotawaringin Timur, Selasa (4/7/2026) malam.
Kegiatan yang berlangsung pukul 19.30 hingga 22.00 WIB tersebut dilaksanakan di Pondok Pesantren Darussalam Sampit, tepatnya di kediaman Ustadz Munir yang juga menjabat sebagai Rois Idaroh Syu'biyah JATMAN Kabupaten Kotawaringin Timur. Rapat dihadiri sekitar 20 orang pengurus JATMAN dari berbagai unsur kepengurusan.
Pertemuan tersebut difokuskan pada pembentukan struktur kepanitiaan sebagai langkah awal dalam mempersiapkan pelantikan kepengurusan Idaroh Syu'biyah JATMAN Kabupaten Kotawaringin Timur. Selain membahas susunan panitia, rapat juga membicarakan pembagian tugas serta koordinasi teknis guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana secara tertib, efektif, dan sesuai dengan ketentuan organisasi.
Forum berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan semangat kebersamaan. Para peserta rapat menyampaikan komitmen untuk saling bersinergi dalam menyukseskan agenda pelantikan yang diharapkan menjadi momentum penting bagi penguatan peran JATMAN di Kabupaten Kotawaringin Timur.
Melalui pembentukan kepanitiaan ini, JATMAN berharap pelaksanaan pelantikan nantinya dapat berjalan dengan lancar, khidmat, dan membawa keberkahan. Lebih dari itu, organisasi ini diharapkan semakin istiqamah menjadi wadah pembinaan bagi para pengamal tarekat Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, sekaligus memperkuat pemahaman keagamaan yang moderat di tengah masyarakat.
baca juga ... Permudah Informasi Lakpesdam PCNU Kotim Luncurkan NU Online Kotim
JATMAN juga menegaskan pentingnya menjaga dan mengembangkan tradisi tarekat yang memiliki sanad keilmuan yang jelas, bersambung dari para masyayikh hingga kepada Rasulullah SAW. Dengan demikian, keberadaan JATMAN diharapkan dapat menjadi salah satu benteng dalam menjaga kemurnian ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah serta memberikan pembinaan kepada masyarakat agar terhindar dari ajaran-ajaran yang tidak memiliki landasan keilmuan yang dapat dipertanggungjawabkan. (TIMRED)
Infografik
Berita Lainnya