Kajian Fikih Rutin MWCNU Telaga Antang Bahas Bab Nafaqah, Perkuat Pemahaman Keagamaan Warga Nahdliyin
Kajian Fikih Rutin MWCNU Telaga Antang Bahas Bab Nafaqah, Perkuat Pemahaman Keagamaan Warga Nahdliyin
NUONLINE.SAMPIT - Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Telaga Antang kembali menggelar kajian fikih rutin sebagai upaya memperkuat pemahaman keagamaan warga Nahdliyin. Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu (18/7/2026) malam di Desa Beringin Agung ini diikuti oleh pengurus MWCNU, pengurus ranting, tokoh agama, serta masyarakat setempat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan istighasah Nahdlatul Ulama yang dipimpin oleh Kiai Nur Sholikin. Suasana khidmat mewarnai pelaksanaan istighasah sebagai ikhtiar spiritual untuk memohon keberkahan dan kemudahan dalam menuntut ilmu.
Memasuki agenda utama, Ustaz Fahruddin menyampaikan kajian kitab fikih yang secara khusus membahas bab nafaqah. Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa nafkah merupakan kewajiban yang harus dipenuhi oleh pihak yang memiliki tanggung jawab sesuai dengan ketentuan syariat Islam, terutama dalam kehidupan rumah tangga. Materi juga mengulas hak dan kewajiban suami terhadap istri dan keluarga, serta pentingnya memenuhi kebutuhan keluarga dengan cara yang halal dan bertanggung jawab.
baca juga ... Permudah Informasi Lakpesdam PCNU Kotim Luncurkan NU Online Kotim
Usai penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu oleh Kiai Muhammad Bisri. Pada sesi ini, peserta memanfaatkan kesempatan untuk mengajukan berbagai persoalan fikih yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, khususnya yang berkaitan dengan hukum nafkah dan implementasinya dalam kehidupan keluarga.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari pengurus Ranting NU setempat yang menyampaikan apresiasi atas konsistensi MWCNU Telaga Antang dalam menyelenggarakan majelis ilmu sebagai sarana meningkatkan pemahaman keislaman warga.
Sementara itu, Mustasyar MWCNU Telaga Antang, Kiai M. Rusdy, dalam sambutannya mengajak seluruh jamaah untuk terus menjaga tradisi keilmuan di lingkungan Nahdlatul Ulama. Ia menegaskan bahwa kajian kitab merupakan salah satu ciri khas pendidikan keagamaan di NU yang harus terus dilestarikan sebagai bekal dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat sesuai tuntunan Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.
Acara ditutup dengan doa bersama sebagai penutup rangkaian kegiatan, disertai harapan agar ilmu yang diperoleh membawa manfaat serta menjadi pedoman dalam mengamalkan ajaran Islam di tengah kehidupan keluarga dan masyarakat.
Melalui kajian rutin tersebut, MWCNU Telaga Antang berkomitmen untuk terus menghadirkan ruang pembelajaran yang berkesinambungan bagi warga Nahdliyin, sehingga nilai-nilai fikih dapat dipahami secara utuh dan diamalkan dengan bijaksana dalam kehidupan sehari-hari. (TIMRED)
Infografik
Berita Lainnya