LAKPESDAM NU Kotim Pelajari Budidaya Jamur Tiram, Siapkan Pemberdayaan Kader Muda melalui Usaha Produktif
LAKPESDAM NU Kotim Pelajari Budidaya Jamur Tiram, Siapkan Pemberdayaan Kader Muda melalui Usaha Produktif
NUONLINE.SAMPIT - Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (LAKPESDAM NU) Kotawaringin Timur (Kotim) terus mendorong penguatan ekonomi produktif berbasis pemberdayaan kader. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan mengunjungi lokasi budidaya jamur tiram Borneo Mushroom Sampit yang berada di Desa Bapeang, Kecamatan MB Ketapang, Minggu (7/6/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pembelajaran dan penjajakan pengembangan budidaya jamur tiram yang ke depan direncanakan akan dijalankan oleh LAKPESDAM NU Kotim dengan melibatkan kader-kader muda Nahdlatul Ulama.
Dalam kegiatan itu, rombongan memperoleh penjelasan langsung mengenai berbagai tahapan budidaya jamur tiram, mulai dari persiapan media tanam, perawatan & pengendalian kelembapan, hingga proses panen dan pemasaran hasil produksi. Pengetahuan tersebut dinilai penting sebagai bekal sebelum program serupa diterapkan secara mandiri.
baca juga ... Permudah Informasi Lakpesdam PCNU Kotim Luncurkan NU Online Kotim
Ketua LAKPESDAM NU Kotim, Harry Aprilianur, mengatakan kunjungan tersebut merupakan langkah awal untuk memperdalam pemahaman terkait budidaya jamur tiram yang memiliki prospek ekonomi cukup menjanjikan dan dapat dijadikan peluang usaha bagi generasi muda.
“Kami ingin belajar secara langsung dari pelaku usaha yang telah menjalankan budidaya jamur tiram. Dengan melihat prosesnya di lapangan, kami mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai tahapan budidaya, kebutuhan sarana, hingga tantangan yang dihadapi,” ujarnya.
Menurut Harry, LAKPESDAM NU Kotim memiliki keinginan untuk mengembangkan kegiatan budidaya jamur tiram sebagai salah satu program pemberdayaan ekonomi kader. Selain memberikan keterampilan baru, kegiatan tersebut diharapkan mampu membuka peluang usaha yang dapat meningkatkan kemandirian ekonomi generasi muda NU.
“Kami berharap setelah kunjungan ini ada proses pembelajaran yang lebih mendalam. Tidak hanya sebatas melihat, tetapi juga memahami teknik budidaya secara menyeluruh sehingga nantinya dapat diterapkan dan dikembangkan bersama kader muda NU,” katanya.
Kegiatan tersebut juga diikuti sejumlah kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sampit yang saat ini menempuh pendidikan di bidang agribisnis. Keterlibatan mereka dinilai penting karena materi yang dipelajari memiliki keterkaitan langsung dengan disiplin ilmu yang sedang mereka tekuni di bangku kuliah.
Melalui kunjungan tersebut, para mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman teori dari perkuliahan, tetapi juga mendapatkan pengalaman lapangan mengenai pengelolaan usaha budidaya jamur yang berorientasi pada produktivitas dan keberlanjutan.
Harry menambahkan, kolaborasi antara LAKPESDAM NU Kotim dan kader PMII diharapkan dapat melahirkan inovasi dalam pengembangan usaha budidaya jamur tiram. Dengan memadukan pengetahuan akademik dan pengalaman praktis, program tersebut diyakini memiliki peluang untuk berkembang menjadi usaha produktif yang memberikan manfaat bagi organisasi maupun masyarakat.
“Kami ingin membangun program yang tidak hanya bernilai edukatif, tetapi juga mampu menciptakan peluang ekonomi. Karena itu, pembelajaran langsung seperti ini menjadi langkah penting untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang siap mengelola budidaya jamur tiram secara berkelanjutan,” tandasnya.
Melalui kunjungan ke Borneo Mushroom Sampit tersebut, LAKPESDAM NU Kotim berharap dapat menyusun langkah lanjutan berupa pelatihan, pendampingan, hingga pengembangan unit usaha budidaya jamur tiram yang melibatkan kader muda sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian ekonomi organisasi dan masyarakat. (TIMRED).
Berita Lainnya